Berburu Ikan Laut Segar di Pasar Pahing

Sembari menanti hari berganti, rembulan masih terlihat setia menerangi pagi. Bersemayam indah di ketinggian ufuk timur yang mulai menguning. Hiruk pikuk pagi pun mulai menunjukkan tanda kehidupan. Aktifitas dermaga segera dimulai. Para pelaut mulai merapatkan perahu, menurunkan segala hasil tangkapan selama melaut. Ditemani udara pagi beserta deburan ombak Bengawan Solo yang begitu dingin, silih berganti para nelayan menurunkan hasil tangkapannya.

Di dermaga Tanjung Bruk itulah para nelayan Sedayu dan Bungah seringkali menepikan mesin pencari ikan. Untuk menurunkan dan menjual ikan hasil tangkapan. Begitulah rutinitas sehari-hari di Desa Tajung Sari dan Ujung Timur Kota Sedayu. Berulang-ulang setiap hari tanpa memikirkan lelah.

Berangkat sore hari, sekitar jam 16.00 WIB, dan kembali menepi pada jam 03.00 WIB dini hari. Para nelayan berusaha mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Sandang, papan, pangan berharap dapat dipenuhi dari hasil tangkapannya selama melaut. Atau paling tidak cukup untuk makan, pendidikan, tagihan-tagihan, dan modal untuk kembali melaut. Syukur-syukur bisa menabung untuk masa depan mereka.

Seiring munculnya fajar, usai shalat jama’ah shubuh di Langgar (Mushalla), H. Rusman yang menjadi tengkulak ikan juga mulai membuka gudang dagangnya. Berharap, semoga hasil tangkapan para nelayan cukup banyak, sehingga harga yang dipatok juga tidak terlalu mahal.

Pagi itu para nelayan bisa tersenyum meringis mengingat hasil tangkapannya mendapatkan harga yang pantas. H. Rusman pun bersyukur, ia bisa berdagang di pasar dengan barang dagangan yang cukup banyak dan beragam. Mulai dari kopang (kerang), peh (ikan pari), rajungan (kepiting laut), sembilang, bandeng, hingga udang laut.

Pagi itupun H. Rusman bergegas menjajahkan dagangannya di Pasar Sedayu. Pasar yang terkenal dengan sebutan Pasar Pahing. Pasar yang namanya nisbatkan kepada nama hari dalam kalender Jawa. Di pasar ini, berbagai macam pedagang dapat ditemui, baik kebutuhan primer maupun kebutuhan skunder. Mulai dari pedagang bahan makanan pokok, ikan, buah, sayur-mayur, hingga pernak-pernik yang biasa dikejar oleh para remaja.

Sesuai dengan kalender Jawa, hari dibagi menjadi lima nama pasaran, Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Pada hari-hari ini (selain Pahing), di Pasar Sedayu tetap terdapat aktivitas ekonomi/atau transaksi jual beli, meski tidak seramai hari Pahing.

Seiring dengan perkembangan Kota Sedayu, budaya untuk menyebut Pasar Sedayu sebagai Pasar Pahing juga mulai terbentuk. Dan tidak tanggung-tanggung Pasar Pahing juga mampu menarik pedagang asal luar daerah, baik dari Lamongan, Tuban, Mojokerto, dan Jombang. Proses pembentukan budaya tersebut disinyalir karena pengaruh besar Kadipaten Sedayu, yang menurut sejarah, ketika itu Sedayu sudah terkenal hingga ke pulau seberang, yaitu Pulau Bawean dan Madura.

Apresiasi yang mendalam untuk tetap eksisnya Pasar Pahing juga seharusnya dapat diberikan oleh masyarakat Sedayu. Pasar Tradisional yang berada tepat di sebelah timur Alun-alun Sedayu tersebut hingga kini masih tetap eksis dan bisa melayani dan menyediakan semua kebutuhan masyarakat Sedayu dan sekitarnya.

Pasar Pahing juga terkenal dengan pasar yang menyuguhkan seabrek dagangan jenis ikan. Hmmm… Ikan segar tentunya. Tidak sedikit para tengkulak yang menjajahkan dagangan ikan segar hasil tangkapan nelayan di pasar ini, salah satunya adalah H. Rusman. Untuk para penikmat ikan segar yang tidak begitu suka jenis ikan laut, anda tidak perlu khawatir, di pasar ini juga tersedia ikan tambak. Yaitu ikan yang biasa dihasilkan para petambak dari menjaring atau tebar jala di tambak atau kali.

Dilihat dari segi ukurannya, ikan di Pasar Pahing juga sangat beragam. Mulai ikan teri hingga ikan kakap. Sementara ikan jenis udang dan kepiting lebih banyak di pesan oleh para pemburunya. Maklum, ikan segar jenis ini terhitung lebih langka dibanding lainnya. Dan harganya juga, waw… Cukup mahal untuk ukuran para pelaut atau petambak sendiri. Menikmati ikan kakap bakar yang masih segar bersama keluarga, tentunya akan menambah keharmonisan tersendiri.

Pasar Pahing, itulah tempat berburu ikan laut segar untuk persiapan makan malam anda bersama keluarga. Jadi, kapan anda melancong, memburu ikan segar di Kota Sedayu?

14 Comments

  1. ikan yang berformalin juga ada lho bos. pernah lihat kepala ikan tongkol yang besar di pasar sidayu dan coba tes kadar formalinnya dan …. lho kok.

    bisa jadi begitu… tapi setahuku, kalo pedagangnya asli wong sedayu, yang dijual pasti ikan segar… baru turun dari tambak atau segoro… kalo masalah ada yang menggunaan formalin di kepala tongkol, aku juga kurang paham…

  2. saya ke sana deh. kalo pahingya pas hari minggu, terus pas tanggal muda, dan pas gak ada acara… :)

    waduh… kok cek repote cak… tapi gak popo seh, seng penting mau mampir ke sedayu. ojo sampe lali, dompete digowo… hehehe

  3. Nek aku mrono tak nggolek iwak sing seger ah, tapi nek ndak sempat mbok yo dikirimi….
    *brak…* karepmu dhewe.

    wah ketahuan kalo suka gretongan… hahahaha…
    tapi ada solusi, kalo mau biaya murah, mancing aja cak… di sedayu juga ada lokasi pemancingan gratis. dan dapat dipastikan ikannya juga seger-seger… gimana??? tertarik???

  4. Jadi ingat pas zaman SMP dulu… Kalau gurunya rapat terus pulangnya cepat, pasti teman-teman mampir dulu ke Pasar Pahing… Nggak tahu cari apaan (sing penting gak ndolek iwak seger :lol: )… Dadi, Pasar Pahing menggaha ngono kaya “TP-ne Sidayu” Hehehe… :lol:

    Plasa Indonesia nya Sedayu juga… wah cak, aku curiga… jgn2 ke Pasar Pahing bukan karena pulang cepat, tapi karena bolos???

  5. Wah…. jadi kepingin ke sedayu terus…. inget masa kecil sampe remaja….. eh… salam kenal ya semua… aku biasane mancing tiap minggu nang tajung… oleh iwak keting…. hehehehe…. tapi saiki.. yo’opo yo… wes apik opo tambah ……… wes suwe gak nang sedayu……

    mancing??? wah itu juga hobby ku cak… dulu setiap hari jum’at (liburan sekolah TPKS), aku juga sering main ke tajung, mancing dan lomban…

  6. sedayu di apak -apakno tetep ndesoooo ! udara panas, banjir , aras 2 en nang mrono, ! masih enak di malang jiee……!

  7. iyoo pancene !, faktane gitu lhoo !

  8. sedayu udarae panas – banjir , aras 2 en kesitu, mending di malang jieee…!!!

  9. sedayu terkenal banjire jie !!!!….?????

  10. .
    bicara tentang sidayu mall ini emang banyak kenangan bangettt…..

    percaya deh.. pasar ini merupakan saksi sejarah akan kebesaran sidayu. ini terlihat dari tugu tua yang setia menunggu sang pasar bersama sang kawedanan. sayang… itu semua tinggal sejarah. Alun-alun, kekasih setia sang pasar bukanlah seorang pangeran berkuda putih bagi kejayaan sang pasar. sekarang sudah tergantikan oleh toko-toko, pedagang sayur keliling, dll booo’….
    Tapi, semua itu nggak pernah ngurangin rasa cinta ‘n banggaku ke kamu lho.. sidayuku..

    mmmmuuuuuaaach….

  11. SEDAYU??? kota dengan ekonominya yg macet alias mandek di tempat, ATM,Mini market,tempat nongkrong seng apik kyok taman kota GAK ADA?!
    mati urip hiburane yo PASAR PAHING…..apalagi aksi orang jual jamu di alon-alon…….dirubungi wong kyak semuk ngerubungi gula
    SEDAYU????????? kasssiaaaaan D loe

  12. Sedayu sampai sekarang tetap menjadi bagian kisah yang tak terlupakan lantaran saya pernah mengikuti KKN Unair selama 2 bulan. Desa Randuboto dan geliat nafas kehidupannya sungguh unik dan karakter masyarakatnya yang keras tapi santun. Tujuh belas tahun berlalu saya tak pernah singgah lagi ke Sidayu tapi kisah tentang Kali Bengawan, bakar ikan di tambak dan nongkrong hingga larut malam di warung masih terasa di depan mata. Kalau pagi main ke pasar pahing terasa benar seperti sedang tidak KKN….hehhehe.

    Sekarang yang ingin saya kunjungi, selain ke desa Randuboto, saya ingin main ke Pesantren Al Furqon dan berkenalan dengan ustadz disana. Mudah2an Allah memberi umur panjang hingga saya berkesempatan ke Sedayu lagi ….

  13. market pahing bukan tempat ikan ja GAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    tempat jualan juga ada
    alon-alon sidayu ben sore onok bal-balan cuy
    akeh seng nontok
    wingi sidayu musuh persik menang sidayu jeh,,, 2-0

    majulah sidayu, MRIYUNAN HACKER born IN SIDAYU CITY

    bongolan mbak lativ dan bonggolan srowo MANTAP JAYA
    UNJUNG2 nk blog q “masyroful.blogspot.com’

  14. Sedayu saiki wes sodok gaya cak/neng…… onok mini market-e,warnet telecek’an,ATM 2an, nggon kanggo pacaran yo akeh (alon2,telogo rambit,kuburan ceret) bonggolan mbak latip yo melbu internet (penggemar bonggolan mbak latip) exportir seafood (dolong,lobster) yo onok,onok kolam renange (nak alon2 lek mari udan). Eh yo, ojok lali rek jajanan khas sedayu: Bonggolan n Krupuk tayamum (goreng pasir)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.