
Ayo sing dak ono udhur, podho teko rek…
Kita rame-rame cangkruk… Jarang-jarang kan iso ketemu langsung karo konco-konco “dunia lain”??? hehehehe
Monggo sakeca’aken…


Ayo sing dak ono udhur, podho teko rek…
Kita rame-rame cangkruk… Jarang-jarang kan iso ketemu langsung karo konco-konco “dunia lain”??? hehehehe
Monggo sakeca’aken…
Masih teringat jelas dibenakku, kenangan indah sekitar tahun 1990-an. Sebagai anak desa, saat liburan sekolah aku sering ikut kakek dan nenek pergi ke tambak. Ya, hanya sekedar untuk mengisi waktu liburan. Berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dan pulang kembali pagi-pagi buta (ba’da shalat shubuh) pada keesokan harinya, dengan membawa sesuatu yang bisa diperdagangkan, udang kali, mujaer, kepiting, kacang panjang, terong, singkong, dll. Kenangan yang begitu indah buatku.
Manuk Walet, Kemana Kau Pergi? Begitulah judul dari posting ini. Judul tulisan yang mencoba menjustifikasi keadaan bahwa walet di Sedayu akan segera pergi, kalau tidak boleh dibilang benar-benar telah pergi.
Bangunan gedung-gedung yang menjulang tinggi di Kota Sedayu, membuat suasana Kota Sedayu kini serasa seperti peradaban kota tua. Tersebar di setiap tikungan Kota Sedayu. Kauman, Pengulu, Sedagaran, Srowo, Purwodadi, Mriyunan, Sido Mulyo, Bunderan, dan Asempapak.
Terdapat cerita menarik di Sedayu mengenai jenis binatang yang satu ini. Kepiting, kepiting adalah binatang crustacean berkaki sepuluh dari infraorder Brachyura, yang biasanya mempunyai “ekor” yang sangat pendek (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya sama sekali tersembunyi di bawah thorax. Kepiting umumnya ditutupi dengan exoskeleton (kerangka luar) yang sangat keras, dan dipersenjatai dengan sepasang capit.
Selain sebagai kota sejarah, Sedayu juga merupakan pusat pendidikan yang berada di wilayah Gresik utara. Bahkan terkenal hingga ke Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Jika anda masuk ke Kota Sedayu di sore hari, dapat dipastikan anda akan menyaksikan gerombolan berseragam. Mereka bukan pegawai pabrik atau serikat kerja yang sedang berunjuk rasa. Mereka adalah pelajar yang pulang dari sekolah dan sedang menunggu mobil sekolah.
Gresik yang terletak di sebelah Barat Laut Kota Surabaya berjarak sekitar 18 km, merupakan kota industri terbesar Jawa Timur, Indonesia. Selain pabrik Semen Gresik yang cukup terkenal di seluruh Indonesia, juga terdapat Petro Kimia, BUMN produsen pupuk nasional, Maspion, Behaestex, produsen sarung dengan merk-merk ternama, serta Wings Corporation yang memproduksi Mie Sedaap di Gresik.
Jika anda ingat dengan istilah “semur”, apa yang terlintas dalam benak anda? Nasi Uduk Betawi? Ya, mungkin itu salah satu jawaban anda. Makanan ini mungkin begitu tenar di kota tempat tinggal anda. Namun semur yang dimaksud di Kota Sedayu, bukanlah semur ala Betawi. Sego Bali Bandeng, itulah nama makanan khas yang berada di Kota Sedayu.
Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Gresik dan sekitarnya ternyata berdampak besar di Kota Sedayu. Genangan air muncul di sekitar Alun-alun Kota Sedayu, Kabupaten Gresik. Air juga menggenangi ruas jalan penghubung Kabupaten Gresik dengan Kabupaten Lamongan di jalur Ujung Pangkah-Tanjung Kodok (merupakan jalan nasional, yang biasa disebut sebagai jalur deandles pantura).